Halah..><><><><

Labels

Senin, 09 Juni 2008

Bandingkanlah antara ilmu dan harta

Saya yakin anda adalah orang yang ingin pintar, dan anda ingin dihargai oleh orang lain. Saya yakin anda adalah orang yang ingin sukses, dan itu tidak hanya di dunia saja namun juga di akhirat. Seluruh orang cerdas , termasuk para ulama sepakat bahwa mempunyai keinginan saja tidak akan pernah mendapatkannya. Yang perlu anda lakukan adalah berusaha dan selanjutnya bertawakal kepada Allah. Sukses di dunia adalah mampu mencapai dan mendapatkan apa yang bisa membuat hidup di dunia yang fana ini menjadi bahagia. Seringkali sukses dunia dikaitkan dengan bagaimana anda mendapatkan uang atau harta. Oleh karena itulah, harta adalah sesuatu yang penting yang bisa membuat hidup di dunia ini menjadi bahagia......? Namun mencari harta tidaklah mungkin tanpa adanya Ilmu. Janganlah anda mengharapkan harta yang melimpah tanpa adanya ilmu dalam diri anda.

Cobalah anda berpikir, dapatkah anda diterima di suatu perusahaan ataupun anda ingin mendirikan suatu usaha tanpa adanya ilmu...? Dalam era globalisasi ini, ilmu menjadi begitu penting. Seorang wanita dapat terangkat derajatnya karena ilmu, perhatikanlah para menteri negara kita.

Dari beberapa keterangan diatas sudah menunjukkan bahwa ilmu itu lebih mulia daripada harta. Anda mungkin orang kaya yang senantiasa mengumpulkan harta dan menjaganya, namun mungkin juga anda adalah orang berilmu yang senantiasa mencari ilmu dan mengamalkannya, anda tidak perlu menjaganya, namun anda yang akan dijaga oleh ilmu. Kelebihan ilmu atas harta bisa dipandang dari banyak sisi:

Pertama, ilmu adalah warisan orang-orang cerdas pilihan. Ilmu yang bermanfaat untuk akhirat adalah warisan para nabi dan rasul, sedangkan ilmu dunia adalah warisan para ilmuwan. Anda tentunya mengerti bahwa harta adalah warisan orang-orang kaya yang kebanyakan sekarang korupsi.

Kedua, ilmu itu akan menjaga pemiliknya, sedangkan jika anda pemilik uang atu harta , maka anda harus menjaganya.

Ketiga, dengan mengandalakan ilmu anda dapat dengan mudah mencari harta, namun dengan harta saja anda belum tentu mampu mendapatkan ilmu. Ini menunjukkan bahwa ilmu berkuasa atas harta.

Keempat, harta anda akan berkurang jikalau anda memberikannya kepada orang lain, namun ilmu anda tidak.

Kelima,Jangan berharap kalau harta anda akan mengikuti anda masuk ke liang kubur, namun ilmu akan senantiasa menemani tuannya.

Keenam, sesungguhnya kaya ilmu lebih mulia daripada kaya harta. Jika anda kaya harta, maka kekayaan itu adalah sesuatu yang diluar hakikat manusia, jika kekayaan tersebut musnah hanya dalam satu malam, maka anda akan jatuh miskin. Sedangkan ilmu akan terus bertambah, jangan khawatir kehilangan, karena itulah kekayaan yang sesungguhnya.

Ketujuh, sesungguhnya harta itu akan memperbudak anda dan menghipnotis anda. Namun ilmu akan menjadi budak anda, dan ia akan menjadikan anda budak sang maha pencipta, Allah SWT.

Kedelapan, mengertikah anda bahwa harta adalah sumber ketidaknyamanan hidup (seringkali demikian). Jika anda adalah orang kaya harta, maka berhati-hatilah, sebab mungkin saja orang lain sedang mengincar harta anda seperti yang terjadi pada realitas kehidupan sehari-hari. namun jika anda adalh orang kaya ilmu, maka orang lain yang melihat anda akan merasa membutuhkan anda, dan ia akan mencintai anda, melayani anda, dan memuliakan anda, insya Allah.
Sebenarnya masih banyak lagi penjelasan tentang kelebihan ilmu atas harta, namun saya belum dapat "membeberkannya" kali ini, insya Allah lain waktu.
Memperhatikan begitu pentingnya ilmu, akan sangat riskan kalau kita perhatikan masalah penguasaan ilmu pengetahuan oleh bangsa Indonesia. Kalau di Amerika; Jepang; ataupun bangsa-bangsa besar lainnya, manusia yang tak berilmu akan merasa malu karena jauh tertinggal dari rekan-rekan bangsanya. Anda mungkin juga akan merasa demikian. Seandainya anda adalah orang yang tak berilmu, maka saya yakin anda akan merasa malu. Namun beruntunglah anda, karena bangsa anda adalah bangsa yang kurang suka dengan ilmu, namun lebih suka dengan harta atau uang. Beruntunglah anda, karena bangsa anda adalah bangsa besar yang hanya bisa mengandalkan manfaat ilmu dari bangsa-bangsa lainnya.
Banyak sekali raelita-realita yang menunjukkan kalau bangsa ini adalah bangsa yang kurang berilmu. Mungkinkah ilmu memperbaiki sang ibu pertiwi, hanya Allah yang bisa menjawab. Marilah kita semua bersama-sama memperbaiki bangsa Indonesia dengan ilmu.

Minggu, 08 Juni 2008

Bagaimana dengan anda pribadi...?

Suatu bangsa terdiri dari berbagai golongan, dari golongan-golongan itu terdiri dari beberapa suku, dari suatu suku terdiri dari beberapa kelompok, dan dari kelompok terdiri dari beberapa individu atau seseorang. Disini telah jelas bahwa komponen dasar suatu bangsa adalah seseorang yang merupakan individu. Dari sini dapat disimpulkan bahwa suatu bangsa akan baik dan maju apabila orang-orang yang menghuni bangsa itu berhati baik dan memang betul-betul baik. Saya katakan;" berhati baik ", karena memang dari segumpal dara itulah nasib bangsa ini di tentukan. Dan saya katakan memang betul-betul baik karena tidak semua cover yang baik, isinya juga baik.


Bagaimana dengan anda pribadi..?, saya berharap anda adalah orang yang baik luar dalam, baik kata-kata lisannya, serta baik pula kata hatinya. Jika anda adalah orang yang mengaku baik, maka sudah sepantasnya anda menginginkan bangsa ini menjadi baik juga. Dan jika anda memang menginginkannya, maka langkah awal adalah perhatikanlah hati anda. Sudahkah hati anda bersih. Bersih dari hal-hal tercela, bersih dari kesombongan, dan bersih dari egoisme. Sudahkah hati anda lepas dari belenggu harta dunia, lepas dari hawa nafsu walaupun tak semua, lepas dari jeratan lingkaran syeitan. Sudahkah hati anda dihuni oleh keimanan, keimanan yang kuat dan tegar!!. keimanan yang permanen yang tidak datang dan pergi begitu saja. Sudahkah hati anda diisi dengan ilmu, ilmu yang memang mengajak kepada kebaikan serta menjauhkan dari kemungkaran, ilmu yang bersedia menjadi budak anda, ilmu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat, ilmu yang diridhoi oleh Allah SWT.


Bagaimana dengan anda pribadi..?Apakah anda telah memberikan sesuatu untuk bangsa tercinta ini, bukannya mengejek bangsa karena belum mampu memberikan kemakmuran hingga sekarang. Ingat!!, anda harus malu meminta hak anda dari bangsa ini, sebelum anda melaksanakan kewajiban anda terhadap bangsa tercinta ini. Renungkanlah wahai saudara-saudaraku yang beriman.

Followers